Tampilkan postingan dengan label Complex Numbers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Complex Numbers. Tampilkan semua postingan

Lanjutan Bilangan Kompleks: Operasi Aljabar Bilangan Kompleks (Matematika Tingkat Lanjut Kelas XI)

D. Operasi Aljabar Bilangan Kompleks

Perhatikan tabel berikut

NoJenis OperasiKeterangan1.PenjumlahanJumlahkan dua bilangan kompleksdengan cara bagian riil dan tidak riil(khayal murni) dilakukan secaraterpisahMisalkanz1=a+ib,danz2=c+id,makaz1+z2=(a+c)+(b+d)i2.PenguranganPengurangan dua bilangan kompleksdengan cara bagian riil dan tidak riil(khayal murni) dilakukan secaraterpisahMisalkanz1=a+ib,danz2=c+id,makaz1z2=(ac)+(bd)i3.PerkalianCara mengalikan dua bilangan kompleks yaitu lakukan dengan cara seperti binomial biasa dan gantii2dengan1Misalkanz1=a+ib,danz2=c+id,makaz1×z2=(a+ib)×(c+id)=ac+adi+bci+bdi2=ac+bdi2+(ad+bc)i=acbd+(ad+bc)iUntuk perkalian dengan skalarkalikan masing-masing bagian denganskalarnya saja4.Pembagiancara membagi dua bilangan komplekskalikan pembilang dan penyebut dengansekawan dari penyebutnya serta gantihasilnya yang mengandungi2dengan1Misalkan diketahui penyebutnya berupaa+ib,maka sekawannya adalah:aibatauz1z2=z1z21denganz20Jikaz2=a+ib,makaz21=aa2+b2iba2+b2.

CONTOH SOAL.

1.Diketahui bahwaz1=2+3idanz2=69i,tentukana.z1+z2c.z1×z2b.z1z2d.z1:z2Jawab:NoUraian jawabanDiketahui bahwa{z1=2+3iz2=69i1.z1+z2=(2+3i)+(69i)=(2+6)+(39)i=86i2.z1z2=(2+3i)(69i)=(26)+(3+9)i=8+12i3.z1×z2=(2+3i)×(69i)=(2×63×(9))+(2×(9)+3×6)i=(12+27)+(18+18)i=394.z1:z2=z1z2=2+3i69i×6+9i6+9i=12+18i+18i+27i262+92=1227+(18+18)i36+81=15117+36117i=539+413iatauAnda dapat menggunakan invershasilnyapun akan sama dengan yangdi atas, yaituz21=6+9i62+92,maka=z1×z21=(2+3i)×6+9i62+92=12+18i+18i+27i236+81=1227+(18+18)i117=15117+36117i=539+413i.

Lanjutan Bilangan Kompleks: Kesamaan Dua Bilangan Kompleks (Matematika Tingkat Lanjut Kelas XI)

C. Kesamaan Dua Bilangan Kompleks

Dua buah bilangan kompleks  z1=a1+ib1  dan  z2=a2+ib2 dikatakan  z1=z2 jika dan hanya jika  a1=a2  dan  b1=b2.

CONTOH SOAL.

1.Diketahuiz1=1+32idanz2=1+18apakahz1=z2Jawab:Diketahuiz1=1+32idanz2=1+18Untukz2=1+18=1+181=1+32iKarenaa1=a2=1,danb1=b2=32,maka dapat dikatakan bahwaz1=z2.

2.Diketahuixyi=i32tentukan nilaidarixdan yJawab:Diketahuixyi=i32,makaxyi=32+i,ini artinya{x=32.y=1y=1Jadi, nilaix=32dany=1.

Bilangan Kompleks (Matematika Tingkat Lanjut Kelas XI)

A. Pengertian Bilangan Kompleks

Bilangan Kompleks adalah suatu bilangan yang terdiri atas bagian riil (nyata) dan bagian tidak riil / imajiner (khayal) dan dituliskan dengan z=a+ib  atau z=a+bi. Bagian riil dari bilangan kompleks adalah bagian yang berupa bilangan riil, sementara untukbagian tidak riil dari bilangan kompleks adalah bagian yang berupa bilangan imajiner

1. Satuan Bilangan Imajiner / Khayal

Dalam hal ini, satuan bilangan khayal adalah i dengan  i=1.

2. Bilangan Kompleks

Dinyatakan dengan  z=a+ib  atau  z=a+bi, dengan

{a=Re(z)=bagian riilb=Im(z)= bagian imajiner /khayal.

Jika  a=0, maka bilangan kompleks disebut khayal murni dan jika b=0, maka bilangan kompleks menjadi bilangan riil. Sehingga semua bilangan nyata dan semua bilangan khayal murni semuanya termasuk bilangan kompleks.

CONTOH SOAL.

1.Bilangan4jika dinyatakan dalami=1adalah4=(4).(1)=4.1=2i2.i3=i2.i=(1)i=i3.i4=(i2)2=(1)2=14.z=13iRe(z)=1atau bagian riilnya adalah 1, danIm(z)=3atau bagian imajinernya adalah35.z=2+5iRe(z)=2atau bagian riilnya adalah 2, danIm(z)=5atau bagian imajinernya adalah5.

B. Bentuk Bilangan Kompleks

1. Bentuk Diagram. 

Bentuk diagram pada bidang gambar bilangan kompleks dinamakan bidang Argand, sesuai nama penemunya Jean Robert Argand.

Titik (x,y) pada bidang Argand

2. Bentuk Polar

Bilangan kompleks  z=a+ib  dapat dinyatakan dalam bentuk polar, yaitu menjadi  

.z=r(cosθ+isinθ)denganr=x2+y2x=rcosθ,y=rsinθ,danθ=dibacatheta.

3. Bentuk Eksponen 

Dengan rumus Euler berupa eiθ=cosθ+isinθ, bentuk pangkat dari bilangan ini adalah :  

Diketahuibahwaz=r(cosθ+isinθ)dengancosθ+isinθ=eiθ,makaz=reiθ

CONTOH SOAL.

1.Tentukan Re(z) dan Im(z) bilangan kompleksberikuta.z=2b.z=3ic.z=1+5iJawab:a.z=2=2+0iRe(z)=2Im(z)=0b.z=3i=0+(3)iRe(z)=0Im(z)=3c.z=1+5iRe(z)=1Im(z)=5.

2.Tentukan Re(z) dan Im(z) bilangan kompleksberikuta.z=2+2ib.z=13iJawab:a.z=2+2i,denganx=2,y=2r=(2)2+22=2+2=4=2sinθ=yr=22=122=sin450θ=450cosθ=xr=22=122Karena titiknya(x,y),maka titik berada dikuadran II, sehinggaθ=1800450=1350Selanjutnyaz=r(cosθ+isinθ)=2(cos1350+isin1350)Jadi, bentuk polar dariz=2+2i=2(cos1350+isin1350)b.z=13i,denganx=1,y=3r=12+(3)2=1+3=4=2sinθ=yr=32=123cosθ=xr=12=cos600θ=600Karena titiknya(x,y),maka titik berada dikuadran IV, sehinggaθ=3600600=3000Selanjutnyaz=r(cosθ+isinθ)=2(cos3000+isin3000)Jadi, bentuk polar dariz=13i=2(cos3000+isin3000).

3.Tentukan Re(z) dan Im(z) bilangan kompleksberikuta.z=2+2ib.z=13iJawab:a.z=2+2i,denganx=2,y=2r=22+22=2+2=4=2sinθ=yr=22=122=sin450θ=450cosθ=xr=22=122Karena titiknya(x,y),maka titik berada dikuadran I, sehingga tetap utuhθ=450Selanjutnyaz=r(cosθ+isinθ)=2(cos450+isin450)Jadi, bentuk polar dariz=2+2i=2(cos450+isin450)b.z=13i,denganx=1,y=3r=(1)2+(3)2=1+3=4=2sinθ=yr=32=123=sin600θ=600tanda negatif hanya menunjukkan posisi kuadrancosθ=xr=12Karena titiknya(x,y),maka titik berada dikuadran III, sehinggaθ=1800+600=2400Selanjutnyaz=r(cosθ+isinθ)=2(cos2400+isin2400)Jadi, bentuk polar dariz=13i=2(cos2400+isin2400).

4.Ubahlah bilangan kompleks berikut dalambentuk eksponena.z=2(cos450+isin450)b.z=13iJawab:a.z=2(cos450+isin450),denganr=2danθ=450.Sehinggaz=reiθ=2ei450b.z=13i,denganr=(1)2+(3)2=1+3=4=2danθ=450.Sehinggasinθ=yr=32=123=sin600θ=600tanda negatif hanya menunjukkan posisi kuadrancosθ=xr=12Karena titiknya(x,y),maka titik berada dikuadran III, sehinggaθ=1800+600=2400z=reiθ=2ei2400.

CatatanAndajuga bisa menggunakan nilaitanθuntuk menentukan besar sudutθnya, yaitu:tanθ=yxPerhatikanContoh Soal pada nomor 3a dan 3b3a3bz=(2,2)z=(1,3)Kuadran IIkuadran IV(1800θ)(3600θ)tanθ=22=1tanθ=tan450=tan(1800450)=tan1350θ=1350tanθ=31=3θ=tan600=tan(3600600)=tan3000θ=3000.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ngapiningsih, Suparno. 2023. Matematika Tingkat Lanjut untuk SMA/MA Kelas 11A. Yogyakarta: INTAN PARIWARA
  2. Purwosetiyono, Didik. 2012. Pengantar Analisis Kompleks. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press
  3. Spiegel, Murray, S., Iskandar, K. Seri Buku Schaum Teori dan Soal-Soal Matematika Dasar. Jakarta: ERLANGGA
  4. Thohir, Ahmad. 2013. Materi Contoh Soal dan Pembahasan Olimpiade Matematika MA/SMA. Grobogan