B. 1 Persamaan Trigonometri Sederhana
Dalam penyelesaian persamaan trigonometri sederhana dapat digunakan salah satu rumus berikut, yaitu:
Jika sudutnya dinyatakan dalam phi radian
B. 1 Persamaan Trigonometri Sederhana
Dalam penyelesaian persamaan trigonometri sederhana dapat digunakan salah satu rumus berikut, yaitu:
Jika sudutnya dinyatakan dalam phi radian
A. 2 Relasi Sudut
Mengingatkan kembali materi tentang nilai sudut diberbagai kuadran yang selanjutnya berkaitan erat dengan relasi sudutnya dari kuadran selain satu diubah ke kuadran satu supaya mudah menentukan nilai trigonometri.
Untuk tanda perbandingan trigonometrinya berkaitan dengan relasi sudutnya adalah disajikan sebagaimana dalam bagan berikut
atau
Adapun penjabaran sudut-sudut yang berelasi sebagaimana ilustrasi bagan berikut, yaitu:
Ketentuan perubahan trigonometri berkaitan dengan sudut berelasi adalah sebagaimana tabel berikut:
KUADRAN PERTAMA
KUADRAN KEDUA
ada 2 pilihan yaitu:
pertama
kedua
KUADRAN KETIGA
ada 2 pilihan juga yaitu:
pertama
kedua
KUADRAN KEEMPAT
ada 2 pilihan juga yaitu:
pertama
kedua
A. 3 Sudut Negatif dan Sudut lebih Besar dari
Catatan :
1. Pengertian Fungsi Eksponen
Sebuah fungsi adalah relasi khusus dengan aturan tertentu. Fungsi adalah sebuah pemetaan yang memetakan setiap anggota domoain dengan tepat satu anggota kodomain. Jika suatu himpunan A sebagai domain yang setiap anggota himpunannya dipetakan ke tepat satu anggota himpunan B sebagai kodomain selanjutnya disebut fungsi dari himpunan A ke B atau
Perhatikanlah gambar berikut
Pada gambar di atas terlihat jelas bahwa setiap bilangan riilA. Teorema Apit
Misalkan
Jika
B. Penentuan nilai
Untuk bukti dari
Berikut penjabaran buktinya
Perhatikan ilustrasi gambar berikut ini
C. 2. 2 Merasionalkan penyebut
B. 3 Kedudukan Garis Terhadap Garis dalam Ruang
Pada bangun sebuah kubus di mana bangun ruang ini dibatasi oleh tiga pasang bidang persegi. Setiap daerah persegi membatasi kubus yang disebut sebagai sisi kubus. Setiap dua sisi yang tidak sejajar akan saling berpotongan pada sebuah garis yang disebut rusuk, yaitu AB, BC, AE, dan lain-lainnya. Perhatikan ilustrasi kubus ABCD.EFGH berikut
Jarak anatar suatu garis
Berikut ilustrasinya
Perhatikan kubus ABCD.EFGH berikut
Pandang titik A terhadap bidang EFGH. Tampak bahwa titik A terletak tidak pada bidang EFGH termasuk juga titik-titik yang lain yang tidak terletak pada bidang EFGH tersebut yaitu: titik B, C, dan D. Walaupun demikian pada kubus ABCD.EFGH tersebut terdapat beberapa titik yang terletak pada bidang EFGH, yaitu: titik E, F, G, G, dan P. Selanjutnya hubungan kedudukan suatu titik terhadap bidang dapat kita tuliskan sebagaimana dalam tabel berikut:
Sebagai tambahan penjelasan perhatikan pula gambar limas D.ABC berikut
Pada limas D.ABC di atas terlihat jelas bagwa titik D terletak di luar bidan ABC, tetapi titik A atau titik B ataupun titik C, semuanya terletak pada bidang ABC pada bangun limas D.ABC di atas.
Selanjutnya dalam penentuan jarak antar titik dengan suatu bidang adalah panjang ruas garis secara tegak lurus yang menghungkan titik tersebut dengan bidang yang dimaksud.
Sebagai ilustrasi adalah gambar berikut
Pada ilsutrasi gambar di atas jarak titik A ke bidang V adalah sepanjang ruas garis AB yang mana ruas garis AB tegak lurus dengan bidang V.
Pada contoh kubus ABCD.EFGH di atas adalah :
Secara definisi jarak antara suatu titik dengan garis adalah panjang ruas garis yang ditarik dari titik tersebut ke garis tersebut secara tegak lurus.