Polinom / Suku Banyak (Matematika Peminatan Kelas XI)

A. Pendahuluan

Polinom disebut juga suku banyak. Polinom atau suku banyak adalah suatu bentuk variabel yang berpangkat/berderajat.

Secara definisi suku banyak (polinomial) dalam  x  berderajat n adalah:

Suatu bentuk

anxn+an1xn1+an2xn2+...+a2x2+a1x1+a0

dengan  n  bilangan cacah serta  a0,a1,a2,...,an  koefisien dari suku  x  dan  an0  dengan  a0  sebagai suku tetap (konstan)nya.

Selanjutnya perhatikanlah tabel berikut!

anadalah koefisien darixnan1adalah koefisien darixn1an2adalah koefisien darixn2a2adalah koefisien darix2a1adalah koefisien darix1a0adalah konstanta(suku tetap)an0n:bilangan cacah,:adalah derajat (pangkat)tertinggi dalam sukubanyak tersebut

CONTOH SOAL 1

1.Polinom2x36x2+2020dapat dinyatakandengan2x36x2+0x1+2020x0Polinom tersebut memiliki suku tetap20202.Polinom5x48x3+6x2021dapat dinyatakandengan5x48x3+0x2+6x12021x0Polinom tersebut memiliki suku tetap20213.Polinomx42x3+3x22x+1tidak dapatdinamakan polinom, sebab ada variabel darixyang berderajat bukan bilangan cacah4.Sedangkan polinom5x+(2x)(1+x+x2)adalah bentuk polinom, karena dapat dinayatakandenganx3+x2+7

B. Nilai Polinom

Polinom atau suku banyak yang berderajat n yang selanjutnya dinyatakan dengan 

f(x)=anxn+an1xn1+an2xn2+...+a1x1+a0

Berkaitan dengan kebutuhan penentuan nilai ini, dapat ditentukan dengan dua cara:

a. Substitusi

Nilai suku banyakf(x)berderajatnsaatx=kadalahf(k).Jikaf(k)=0makax=kakar darif(x),dan(xk)faktor darif(x)

CONTOH SOAL 2

Jika suatu polinom dinyatakan dengan  f(x), maka nilai polinom itu untuk  x=3  adalah  f(3).

Misalkan diketahui  

1.f(x)=x31makaf(1)=131=11=0f(3)=331=271=26f(4)=(4)21=641=65

2.Diketahuih(x)=2x3+5x212x6Tentukanlah nilai untukh(2),h(1),h(0),h(1),danh(2)Jawab:x=kh(k)Nilaix=2h(2)h(2)=2(2)3+5(2)212(2)6=16+20+246=22x=1h(1)h(1)=2(1)3+5(1)212(1)6=2+5+126=9x=0h(0)h(0)=2(0)3+5(0)212(0)6=6x=1h(1)h(1)=2(1)3+5(1)212(1)6=2+5126=11x=2h(2)h(2)=2(2)3+5(2)212(2)6=16+20246=6

3.Diketahuip(x)=x2019danq(x)=x2019+1.Tentukanlahnilai untukp(q(2))danq(p(2))Jawab:Yang dibahas yang bagianp(q(2))q(2)=22019+1,maka nilaip(q(2))=(22019+1)2019=220192018Untuk yangq(p(2))adalahp(2)=,maka nilaiq(p(2))=∵2019+1=

b. Horner/Sintetik

Nilai suatu polinom dapat ditentukan dengan pembagian sintesis Horner

Misalkan:

f(x)=ax3+bx2+cx+dsaat akan dibagix=h,maka pembagian Horner itu:


Perhatikan bahwa proses ke bawah adalah berup proses penjumlahan.

Proses di atas akan sama saat kita mensubstitusikan  x=h  ke dalam  f(x), yaitu:
f(x)=ax3+bx2+cx+dsaatx=h,makaf(h)=ah3+bh2+ch+dCukup JELAS bukan?

CONTOH SOAL 3

Tentukanlah nilai darif(4)jikadiketahuif(x)=x3x5Jawab:(1).Cara substitusi langsungf(x)=x3x5f(4)=4345=649=55(2).Cara HornerKarenaf(x)=x3x5dan koefisiennya yang akanadalah:a3=1,a2=0,a1=1,&a0=5maka bagan pembagian Hornernyax=4101541660+141555


Lanjutan Materi Vektor Di Ruang Dimensi Dua (Matematika Peminatan Kelas X)

E. Modulus Vektor

Modulus suatu vektor adalah ukuran (panjang) suatu vektor. Dalam hal ini modulus suatu vektor adalah besar/panjang suatu vektor.

Lihat pada pembahasan sebelumnya tentang panjang vektor di  R2  di sini.

Dalam menuliskan modulus/panjang vektor ini digunakan notasi  |a|  jika vektornya a

Bila  a=(x1y1),maka|a|=x12+y12

CONTOH SOAL

Perhatikanlah ilustrasi gambar berikut

Tentukanlah modulus/panjang vektor  u ?
Jawab:
Diketahui bahwa vektoru=(46)maka modulus vektoru=|u|=42+62=16+36=52=213

F. Vektor Posisi dan Vektor Bebas
Perhatikanlah ilustrasi berikut
Vektor yang titik pangkalnya berada di titik O(0,0), maka vektor tersebut dinamakan vektor posisi. Pada gambar di atas titik A rekatif terhadapa O(0,0), maka  OA disebut vektor posisi A terhadap titik O(0,0) dan vektor yang lainnya dinamakan vektor bebas. Pada gambar di atas  BC&DF  adalah contoh vektor bebasnya.

G. Kesamaan Dua Vektor
Perhatikanlah dua vektor bebas pada gambar di atas, cukup jelas secara geometri tampak panjang vektor BC&DF  sama. Dan secara aljabar dapat ditunjukkan juga bahwa:
BC=(46)&DF=(46)
Secara definisi
a=b{|a|=|b|araha=arahb

H. Vektor Negatif
Perhatikanlah ilustrasi berikut
a=(46)&b=(46)=(46)
Vektor  a=b memiliki ukuran yang sama dengan   a.
Selanjutnya vektor  a=bmaka|a|=|b|

I. Vektor Satuan
Perhatikanlah ilustrasi berikut
Jika diketahui  a&b seperti gambar di atas, maka
{a|a|adalah vektor satuan dari vektorab|b|adalah vektor satuan dari vektorb 
Dan panjang dari vektor satuan ini adalah selalu satu satuan.
CONTOH SOAL
Tentukanlah vektor satuan dari dua vektor pada gambar di atas?
Jawab:
{a|a|=(25)(2)2+52=129(25)=12929(25)b|b|=(64)62+42=152(64)=12652(64)

J. Vektor Basis
Vektor satuan yang saling tegak lurus. Didalam ruang dimensi dua terdapat dua vektir basis., yaitu:
i¯=(10)danj¯=(01)
Misalkan vektoru¯=(u1u2)dapat dinyatakan dalam kombinasi linearvektor basisi¯danj¯di atas, yaituu¯=(u1u2)=u1(10)+u2(01)maka akan menjadiu¯=u1i¯+u2j¯SEBAGAI CONTOHAB=(58)dalam vektor basis menjadiAB=5i¯+8j¯Demikian juga jikaCD=(38)dalam vektor basis menjadiAB=3i¯8j¯

K. Vektor Nol
Jika vektor  a=b , maka ab=0.
0  disebut sebagai vektor ol.
Sebagai tabahan penjelasan vektor  0  tidak mempunyai besar dan arahnya tak tentu. 





















Operasi Vektor Di Ruang Dimensi Dua (Matematika Peminatan Kelas X)

D. Operasi Vektor

1. Penjumlahan

1. 1 Secara Geometri

Perhatikanlah ilustrasi berikut
Penjumlahan di atas adalah penjumlahan menurut aturan segitiga
perhatikan pula pemisalan berikut
Menurut aturan segitigaAB+BC=a¯+b¯=AC,SelanjutnyaAC+CD=a¯+b¯+c¯=AD,makaAD+DE=a¯+b¯+c¯+d¯=AE

Pada penjumlahan dengan vektor adalah tetap (tidak berubah)
a+0=0+a=aSehingga vektor nol disebut sebagaielemen identitas

1. 2 Secara Aljabar

Misal  
a=(x1y1)danb=(x2y2)maka secara aljabara+b=(x1y1)+(x2y2)=(x1+x2y1+y2)
Perhatikan kembali gambar berikut (lihat pada pembahasan sebelumnya) 
CONTOH SOAL
Titik  A(-3,4) , B(-2,1) , C(1,1) , D(5,4) , E(7,3) & F(3,1)
AB=(13)danCD=(43)maka penjumlahan secara AljabarAB+CD=(13)+(43)=(1+4(3)+3)=(50)

Dan untuk contoh yang lain adalah:
AB=(13),CD=(43)danEF=(42)maka penjumlahan secara AljabarAB+CD+EF=(13)+(43)+(42)=(1+4+(4)(3)+3+(2))=(12)

2. Pengurangan

2. 1 Secara Geometri

Pada pengurangan vektor aolehb  dapat didefinisikan sebagai:
ab=a+(b). Perhatikanlah ilustrasi secara geometri berikut:

2. 2 Secara Aljabar

Misalkana=(x1y1)danb=(x2y2)makab=(x2y2)Selanjutnyaab=a+(b)=(x1x2y1y2)
CONTOH SOAL
Pada contoh soal bahasan penjumlahan di atas, perhatikan lagi bahwa
Titik  A(-3,4) , B(-2,1) , C(1,1) , D(5,4) , E(7,3) & F(3,1)
AB=(13)danCD=(43)maka penjumlahan secara AljabarABCD=(13)+(43)=(14(3)3)=(36)

3. Perkalian dengan Skalar

3. 1 Secara Geometri

Perhatikanlah ilustrasi berikut!

3. 2 Secara Aljabar


Perkalian suatu skalar dengan suatu vektor tergantung pada skalarnya. Jika suatu skalar  k  dengan  k>0,  maka perkalian ini akan menghasilkan vektor baru yang besarnya sekian  k  kali dari vektor semula  atau  k|a|   dan arahnya searah dengan vektor yang dikalikan. Demikian sebaliknya, jika nilai  k<0, maka besar vektor hasil perkaliannya adalah  k|a|  dengan arah yang berlawanan dari vektor semula.
CONTOH SOAL
Misalkan diketahui vektor-vektor sebagai berikut:
AB=(13),CD=(43)danEF=(42)maka penjumlahan secara Aljabardengan muculnya skalar adalah:3AB+4CD5EF=3(13)+4(43)5(42)=(3.1+4.4+(5).(4)3.(3)+4.3+(5).(2))=(3913)


DAFTAR PUSTAKA
  1. Kuntarti, Sulistiyono, & Kurnianingsih, S. 2005. Matematika untuk SMA dan MA Kelas XII Program Ilmu Alam. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama
















Vektor (Matematika Peminatan Kelas X)

A. Pendahuluan

Vektor adalah besaran yang memiliki panjang/besar sekaligus memiliki arah. Secara geometri, vektor digambarkan dengan anak panah (ruas garis berarah) yang mana memiliki titik pangkal dan titik ujung.

Perhatikanlah ilustrasi berikut


Perhatikanlah vektor   pada gambar di atas. Vektor tersebut dilambangkan dengan sebuah huruf  b  kecil tebal yang memiliki titik pangkal pada koordinat kartesius di titik  (52,32)  dan berujung di titik (1,2) . Selain vektor b dituliskan dengan sebuah huruf kecil tercetak tebal dapat juga dituliskan dengan sebuah huruf kecil tanpa tercetak tebal tapi diberi anak panah kecil  atau ruas garis di atasnya, yaitu :  a,a¯.

Berikut cara penulisan notasi vektor
  1. Menggunakan dua huruf kapital yang di atasnya ada anak panah, misalnya  PQ,RS,danAZ
  2. Menggunakan dua huruf kapital yang di atasnya diberikan anak panah, seperti  PQ,RS,danAZ
  3. Menggunakan sebauah huruf kecil tercetak tebal seperti pembahasan sebelumnya di atas, yaitu :  a,b,c,d,dane
  4. Menggunakan sebuah huruf kecil yang di atsnya diberikan anak panah, misalnya:  a,b,c,d,dane
  5. Menggunakan sebuah huruf kecil yang bawahnya diberi garis
  6. Menggunakan sebuah huruf kecil yang di atasnya diberi ruas garis, seperti  a¯,b¯,c¯,d¯,dane¯
B. Vektor padaR2

Vektor di  R2 adalah sebuah vektor yang diwakili oleh sebuah garis berarah dalam sebuah bidang datar atau Cartesius.
Perhatikanlah ilustrasi berikut
Misalkan pada salah satu vektor pada gambar di atas, ambil contoh AB . Vektor tersebut dilambangkan secara geometri dengan AB  dan dibaca "vektor AB" yang berarti "vektor dari titik A ke titik B", dengan titik A sebagai titik pangkal dan B sebagai titik ujung. Sedangkan penulisan vektor secara aljabar dapat dinyatakan dalam matriks kolom atau matrik baris.

Pada   R2  (penulisan vektor pada ruang dimensi dua) penulisan vektor ini dituliskan dengan  AB, dengan 

AB=(komponen horisontalkomponen vertikal)

Sehingga pada ilustrasi gambar di atas vektor-vektorya dapat dituliskan sebagai:

AB=(13),CD=(43),&EF=(42)
atau
AB=[1,3],CD=[4,3],&EF=[4,2]

C. Panjang Vektor

Panjang suatu vektor dilambangkan dengan tanda harga mutlak. Misal pada gambar di atas pada bahasan vekor di  R2, yaitu:
|AB|,|CD|,&|EF|.
Misalkan suatu vektor  u¯ dengan  u¯=(u1u2), maka panjang dari vektor  u¯  ini dapat ditentukan dengan 
= |u¯|=u12+u22.
Sehingga pada gambar di atas, panjang/besar vektornya dapat kita tentukan, yaitu:
|AB|=12+(3)2=1+9=10|CD|=42+32=16+9=25=5|EF|=(4)2+(2)2=16+4=20=25






Fungsi (Matematika Wajib Kelas X)

A. Pendahuluan

Fungsiatau pemetaan dari A ke B adalahsuatu relasi khusus yang memasangkansetiapxAke tepat satuyB.

Notasif:xyatauf:xf(x)DibacafungsifmemetakanxAkeyBADomain atau daerah asal fungsi atauDfxprapeta(sebelum dipetakan)BKodomain atau daerah kawan fungsi atauKfypeta(bayangan dari prapeta) adalah RangeatauRf

Sebagai ilustrasi perhatikanlah gambar berikut!


Sebagai misal, diberikan 
f:xf(x)=3x+2dibaca:sebuah fungsifmemetakanxke3x+2

B. Sifat-Sifat Fungsi

InjektifSurjektifBijektif(satu-satu)(pada)(korespondensi satu-satu)Jika setiap anggotahimpunan A memilikibayangan berbeda dihimpunan BJika setiap anggotahimpunan di Bmempunyai prapetadi himpunan AJika fungsi yang injektifsekaligus juga surjektif

C. Operasi Aljabar Fungsi

Aljabar FungsiDaerah Asal(f+g)(x)=f(x)+g(x)D(f+g)=DfDg(fg)(x)=f(x)g(x)D(fg)=DfDg(f.g)(x)=f(x).g(x)D(f.g)=DfDg(fg)(x)=f(x)g(x)D(fg)=DfDg,dengang(x)0

D. Macam-Macam Fungsi

Fungsi KonstanBerupa konstantaf(x)=cFungsi IdentitasNilainya dirinya sendirif(x)=xFungsi linearFungsi berupa garis lurusf(x)=ax+bFungsi KuadratFungsi Kuadrat/parabolaf(x)=ax2+bx+c,a0Fungsi RasionalFungsi Pecahanf(x)=p(x)q(x)Fungsi Khusus 1Fungsi Modulus(nilai mutlak)f(x)=|x|Fungsi Khusus 2Fungsi tanggaf(x)=xFungsi Khusus 3Fungsi genap dan ganjil{Fungsi ganjilf(x)=f(x)Fungsi genapf(x)=f(x)

CONTOH SOAL

1.Diketahui 2 humpuan sebagai berikut:{P={2,1,0,1,2}Q={0,1,2,5,7}Di antara relasi dari P ke Q berikut manakah yang merupakan fungsia.A={(2,0),(1,0),(0,0),(1,0),(2,0)}b.B={(2,1),(1,2),(0,5),(1,7),(2,2)}c.C={(2,0),(1,1),(0,2),(1,5),(2,7)}Jawab:Semuanya Fungsi kecuali poin b)

2.Relasi berikut yang merupakan fungsi adalah....




.PoinJenisKeteranganaFungsiSesuai definisiyaitu:Setiap prepeta(anggota himpunan A) memiliki peta di himpunan B tepat satu.Tetapibukan fungsi injektifbukan pula fungsisurjektifbFungsiSama di atascBukan FungsiTidak sesuai definisihanya relasi sajadFungsiSesuai definisi(Fungsi bijektif)

3.Tentukanlah daerah asal dari fungsi beberapa berikut:a.f(x)=x3g.f(x)=|x|xb.f(x)=6x22x8h.f(x)=xc.f(x)=x23xx22x15i.f(x)=|x|+xd.y+2=x25x+5j.f(x)=x216e.f(x)=|x3|k.f(x)=2x250f.f(x)=3|2x1|l.f(x)=2xx3.
.catatanxadalah bulat terbesar atau sama denganx.

.Jawab.
.(a)(b)f(x)=x3seluruh bilangan realxakan terdefinisiatau tetap bernilairealsehingga,Df={x|xR}f(x)=6x22x8terdefinisi ketikapenyebut tidak samadengan0,yaitu:x22x80(x4)(x+2)0x4danx2Df={x|xR,x4danx2}
.(d)(e)y+2=x25x+5y=x25x+52f(x)=x25x+3Sehingga daerahasalnyaDf={x|xR}f(x)=|x3|Df={x|xR}tetapi pada \textit{range} fungsinyahanya akan berupabilangan positif saja.yaitu:Rf={y|yR,y0}
.(g)(h)f(x)=xxSehingga daerahasalnyaDf={x|xR,x0}f(x)=xSehingga daerahasalnyaDf={x|xR}.
.(i)(l)f(x)=x216Sehingga daerahasalnya yaitu:x2160(x+4)(x4)0x4ataux4Df={x|x4ataux4,xR}f(x)=2xx3Sehingga daerahasalnya yaitu:{x0x30Df={x|x0,x3,xR}

4.Jika|x|menyatakan nilai mutlakdanxmenyatakan bilangan bulat terbesarnatau sama denganxmisalkan1,6=1,π=3Jika diberikanf(x)=|x|+x,maka tentukanlah nilai untuka.f(3,5)+f(2,5)b.f(1,5)+f(3,5)Jawab:a.f(3,5)+f(2,5)=|3,5|+3,5+|2,5|+2,5=3,5+(4)+2,5+2=4b.f(1,5)+f(3,5)=|1,5|+1,5+|3,5|+3,5=1,5+(2)+3,5+3=6

5.Jika diketahui relasifdengan kondisi(a).f(1)=1(b).f(2x)=4f(x)+6(c).f(x+2)=f(x)+12x+12maka nilaif(14)Jawab:f(1)=1f(2.1)=f(2)=4f(1)+6=4.1+6=10f(1+2)=f(3)=f(1)+12.1+12f(3)=1+12+12=25f(3+2)=f(5)=f(3)+12.3+12f(5)=25+36+12=73f(5+2)=f(7)=f(5)+12.5+12f(7)=73+60+12=145f(7.2)=f(14)=4.f(7)+6f(14)=4.145+6=580+6=586

6.(OSK 2013)Fungsifdidefinisikan olehf(x)=kx2x+3,x=32.Tentukanlah nilaikagarf(f(x))=xJawab:f(x)=kx2x+3,x23f(f(x))=xx=f(f(x))x=k(kx2x+3)2(kx2x+3)+3x=k2x2x+32kx+3(2x+3)2x+3x=k2x2kx+6x+92kx+6x+9=k20=k22xk6x90=(k+3)(k2x3)k=3atauk=2x+3

E. Menggambar Grafik Fungsi

Untuk menggambar suatu fungsi  f(x) dengan kondisi rumusnya telah diketahui pada diagram Kartesius adalah sebagai berikut
  • Menentukan titik-titik berupa pasangan terurut (x,y) dalam tabel dengan x anggota dari daerah asal (domain) dan y adalah anggota dari daerah kawan (kodomain).
  • mengkonversi titik-titik tadi ke dalam diagram kartesius
  • menghubungkan titik-titik tersebut sehingga didapatkan grafik mulus

CONTOH SOAL

1.Gambarlah grafik fungsia.f(x)=2x+5b.g(x)=2x2c.h(x)=1xJawab:.
.a.  Menggambar grafikf(x)=2x+5xy=f(x)=2x+5Titik(x,y)3f(3)=2(3)+5=1(3,1)2f(2)=2(2)+5=3(2,1)1f(1)=2(1)+5=3(1,3)0f(0)=2(0)+5=5(0,5)1f(1)=2(1)+5=7(1,7)2f(2)=2(2)+5=9(2,9)3f(3)=2(3)+5=11(3,11)

.b. Menggambar grafikf(x)=2x2xy=f(x)=2x2Titik(x,y)3f(3)=2(3)2=18(3,18)2f(2)=2(2)2=8(2,8)1f(1)=2(1)2=2(1,2)0f(0)=2(0)2=0(0,0)1f(1)=2(1)2=2(1,2)2f(2)=2(2)2=8(2,8)3f(3)=2(3)2=18(3,18)
.c. Menggambar grafikf(x)=1xxy=f(x)=1xTitik(x,y)3f(3)=13(3,13)2f(2)=12(2,12)1f(1)=1(1,1)0f(0)tidak ada1f(1)=1(1,1)2f(2)=12(2,12)3f(3)=13(3,13)
2.Gambarlah grafik fungsia.f(x)=xb.g(x)=x+1c.h(x)={x}Catatan:x=bilangan bulat terbesar tetapilebih kecil atau sama denganx{x}=bagian pecahan darixJawab:.
.a. Menggambar grafikf(x)=xxy=f(x)=xTitik(x,y)1f(1)=1=1(1,1)12f(12)=12=1(12,1)13f(13)=13=1(13,1)14f(14)=14=1(14,1)0f(0)=0=0(0,0)14f(14)=14=0(14,0)13f(13)=13=0(13,0)12f(12)=12=0(12,0)1f(1)=1=1(1,1)214f(214)=214=2(214,2)413f(413)=413=4(413,4)
3.(OSK 2003)Jikaxdanyadalah bilangan real sedemikian sehinggax=9dany=12,maka nilai terkecil dariyx=....Jawab:.
.Diketahui bahwaxadalah bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama denganxMisal3,2=3,2,47=3,6=6,dan lain-lain.Sehinggax=aax<a+1(denganabilangan bulat),maka{x=99x<9+19x<1081x<100y=1212y<12+112y<13144y<169.
.144y<169dan81x<100,dikalikan dengan(1)maka akan menjadi,100<x81,sehingga99,999x<80,999Selanjutnya144y<16999,999x<80,999+44,...yx<88,...Jadi, nilai terkecilyx=44































Contoh Soal Distribusi Binomial (2)

Contoh Variabel Acak

6.Sebuah uang logam ditos sebanyak 3 kaliJikaXsebagai variabel acak dari kejadianmunculnya sisi angka (A), maka peluanga. kejadian terjadi muncul 0 angkab. kejadian terjadi muncul 1 angkac. kejadian terjadi muncul 2 angkad. kejadian terjadi muncul 3 angkaJawab:Perhatikan bahwaMula(1)(2)(3)Ruang sampelMulai{A{A{A(A,A,A)G(A,A,G)G{A(A,G,A)G(A,G,G)G{A{A(G,A,A)G(G,A,G)G{A(G,G,A)G(G,G,G)P(X=0)=P((G,G,G))=n(X=0)n(S)=18P(X=1)=P((G,G,A),(G,A,G),(A,G,G))=n(X=1)n(S)=38P(X=2)=P((G,A,A),(A,G,A),(A,A,G))=n(X=2)n(S)=38P(X=3)=P((A,A,A))=n(X=3)n(S)=18


Contoh Soal Distribusi Binomial (1)

Contoh Peluang dan Kombinasi

1.Seorang melempar sebuah dadu dengan enam mukaTentukukanlaha.ruang sampelb.peluang muncul mata dadu ganjilc.peluang muncul mata dadu genapd.peluang muncul mata dadu angka primae.peluang muncul mata dadu kurang dari 6Jawab:Matadadu ada 6, yaitu:1,2,3,4,5,&6a.Raung sampelS={1,2,3,4,5,6}n(S)=6b.peluangmuncul mata dadu ganjil(J)Mata dadu ganjil:1,3,5n(J)=3Peluangnya=n(J)n(S)=36=12c.peluangmuncul mata dadu ganap(P)Mata dadu ganap:2,4,6n(P)=3Peluangnya=n(P)n(S)=36=12d.peluangmuncul mata dadu angka prima(R)Mata dadu angka prima:2,3,5n(R)=3Peluangnya=n(R)n(S)=36=12e.peluangmuncul mata dadu kurang dari 6(Z)Mata dadu kurang dari 6:1,2,3,4,5n(Z)=5Peluangnya=n(Z)n(S)=56

2.Andi akan mengambil 4 buah bola dari10 warna yang berbeda. Berapakah banyakkombinasi warna yang berbeda yang diambiloleh AndiJawab:n=10danr=4C(n,r)=n!r!(nr)!C(10,4)=10!4!(104)!=10!4!×6!=10×9×8×7×6!(4×3×2×1)×6!=420kombinasi warna bola berbeda

3.Dua kantong berisi bola merah dan biruKantong I memuat 4 bola merah dan 6 bola biru. Sedangkan kantong II memuat5 bola merah dan 3 bola biru. Jika padamasing-masing kantong diambil 2 bolasekaligus, maka peluang terambilnya1 bola merah dan 1 bola biru pada kantongI serta 2 bola biru pada kantong IIJawab:Kejadian di atas adalah kejadian salingbebas karena tidak saling mempengaruhiMisalX=kejadian terambil1M,1Bpada kantong IP(X)=C(4,1)×C(6,1)C(10,2)=4×610×92=815MisalY=kejadian terambil2Bpada kantong IIP(Y)=C(3,2)C(8,2)=38×72=328makapeluang dariXdanYP(XY)=P(X)×P(Y)=815×328=235

4.Berapa banyak cara dapat memilih untuk3 perwakilan dari 10 anggota suatukelompok, jikaa. tanpa perlakuan khususb. salah seorang harus terpilihJawab:a.Dengan tanpa perlakuanmemilih 3 orang dari 10 orang adalah:C(10,3)=10!3!(103)!=10!3!×7!=120b.Dengan perlakuan 1 orang terpilih(1 orang ini artinya tidak perlu diperhitungkan)memilih 2 orang dari 9 orang adalah:C(9,2)=9!2!(92)!=9!2!×8!=36

5.Berapa banyak cara dapat memilih 2 bukumatematika dan 3 buku fisika serta 4 bukuekonomi pada suatu lemari buku yangdi dalamnya terdapat 10 buku matematika,11 buku fisika dan 12 buku ekonomiJawab:Banyakcara pemilihan tersebut adalah:=C(10,2)×C(11,3)×C(12,4)=10!2!×8!×11!3!×8!×12!4!×8!=10×91×2×11×10×91×2×3×12×11×10×91×2×3×4=3675375


Lanjutan Materi Distribusi Peluang Diskrit (Matematika Peminatan Kelas XII)

C. 1.Distribusi Peluang Diskrit

MisalkanXadalah variabel acak diskritdari nilai:x1,x2,x3,x4,,xk,danPadalah seluruh nilai peluang untuk:p1,p2,p3,p4,,pk,maka nilai untukp1+p2+p3+p4++pk=1danFungsif(x)=P(X=x)yang mempunyainilaip1,p2,p3,p4,,pk,pada variabelX=x1,x2,x3,x4,,xk,disebut fungsikepekatan peluang dari variabel acakX.Selanjutnya jika kita gambar grafikf(x)terhadapx,maka kita akan grafik yangdinamakan dengangrafik peluang

Suatu fungsi  f(x)=P(X=x)  disebut fungsi peluang (probabilitas) dari  X, jika memenuhi syarat-syarat:

(i)f(x)0untuk semuax(ii)i=1nf(xi)=f(x1)+f(x2)+f(x3)+...+f(xn)=1

CONTOH SOAL

1.Pada percobaan melempar 3 koin identiksekaligus bersama-sama. Variabel acakdalam hal ini pada kejadian muncul sisigambar, tentukana.distribusi peluangnyab.tabel fungsi peluangnyac.grafik fungsi peluangnyaJawab:Diketahui dari soalvariabel acakpada kejadian di atas adalah munculnyasisi gambar pada pelemparan 3 koinmakaa.Distribusi peluangnyaSampelAAAAAGAGAAGGGAAGAGGGAGGGMuncul(G)01121223b.Tabel fungsi peluangnyax=muncul kejadian sisi gambar(G)x0123Jumlahf(x)183838181c.Grafik fungsi peluangnya adalah

 
2.Pada sebuah kotak terdapat 2 kelerengbiru dan 4 kelereng merah. Tiga kerengdiambil secara acak. Tentukanlah distribusipeluangxjikaxmenyatakan banyaknyaterambilnya bola biruJawab:NamaPerhitunganBanyaktitik sampelC36=6!3!(63)!=20Banyak caramendapatkan bola biruCx2Banyak caramendapatkan bola merahC3x4
.Distribusi peluangPerhitunganP(X=x)=f(x)f(x)=Cx2.C3x4C36,untukx=0,1,2x=0P(x=0)f(x)=C02.C304C36.=C02.C34C36=2!0!2!×4!3!1!6!3!3!.=2!4!3!3!2!3!6!=0,2x=1P(x=1)f(x)=C12.C314C36.=C12.C24C36=2!1!1!×4!2!2!6!3!3!.=2!4!3!3!2!2!6!=0,6x=2P(x=2)f(x)=C22.C324C36.=C22.C14C36=2!2!0!×4!1!3!6!3!3!.=2!4!3!3!2!3!6!=0,2

3.Tunjukkan bahwa fungsiP(x)=x+212untukx=1,2,dan3merupakan fungsipeluangJawab:Perhatikan bahwaP(1)=1+212=312=14P(2)=2+212=412=13P(3)=5+212=512Sehinggai=13P(i)=312+412+512=1212=1{(i)Peluangnya berada0P(i)1(ii)dan nilai totolnya=i=13P(i)=1Jadi,fungsiP(x)=x+212untukx=1,2,dan3merupakan fungsi peluang

4.Diketahui fungsi peluang adalahP(x)=mx+1untukx=0,1,2,dan3.Tentukanlaha.nilaimb.nilaiP(x2)Jawab:a.i=03P(i)=1m0+1+m1+1+m2+1+m3+1=1m+m2+m3+m4=1(12+6+4+312)m=1m=1225b.P(x2)=P(x=0)+P(x=1)+P(x=2)m+m2+m3=1(6+3+26)m=116m=116(1225)=2225

5.Diketahui fungsif(x)={x6untukx=1,2,30untukxyang lainadalah suatu fungsi peluang/probabilitasdari pubah/variabel acakX.Tentukanlaha.distribusi peluangnya untukXb.P(X=2),P(X<3),danP(X2)Jawab:a.Distribusi peluangnya adalah:X=x12345JumlahP(X=x)1626360001b.Karenaf(x)={x6untukx=1,2,30untukxyang lainmakaP(X=2)=26P(X<3)=P(X=1)+P(X=2)=16+26=36=12P(X2)=P(X=2)+P(X=3)=26+36=56

6.Diketahui fungsi peluang variabelXf(x)={x+214untukx=0,1,2,dan30untukxyang lainTentukanlaha.bahwaXmerupakan variabel acak diskritb.P(X=4),F(2),P(1<X3),danP(X1)sertaP(|X2|1)Jawab:a.Distribusi peluangnya adalah:X=x0123JumlahP(X=x)2143144145141Karenax=03f(x)=1,serta0214,314,414,514<1.Sehingga syarat0f(x)<1danf(x)=1terpenuhiJadi, terbuktiXadalah variabel acak diskritb.P(X=4)=f(4)=0F(2)=P(X2)=P(X=0)+P(X=1)+P(X=2)=f(0)+f(1)+f(2)=214+314+414=914P(1<X3)=P(X=2)+P(X=3)=f(2)+f(3)=414+514=914P(X1)=f(1)+f(2)+f(3)=314+414+514=1214P(|X2|1)=P(1X21)=P(1X3)=f(1)+f(2)+f(3)=314+414+514=1214

7.Distribusipeluang acak X disajikan dalam tabel berikutx234f(x)18k+182kJika X merupakan variabel acak diskret, tentukanlaha.nilai \textit{k}b.nilaiP(X3)F(3)Jawab:a.f(x)=f(2)+f(3)+f(4)=118+k+18+2k=13k=128=68k=28=14b.P(X3)F(3)=P(X3)P(X3)=f(3)+f(4)(f(2)+f(3))=f(4)f(2)=2(14)18=4818=38


DAFTAR PUSTAKA
  1. Noormandiri. 2017. Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Jakarta: ERLANGGA
  2. Kurnia, N., dkk. 2018. Jelajah Matematika SMA Kelas XII Peminatan MIPA. Bogor: YUDHISTIRA.





Distribusi Binomial (Matematika Peminatan kelas XII)

A. Pendahuluan

{(1)Review{Peluang{PopulasiSampel{AcakBukan Acak.Kombiasi(2)Variabel Acak{Diskrit.Kontinue(3)Distribusi{Distribusi Peluang Variabel AcakFungsi Distribusi KumulatifVariabel Acak BinomialDistribusi Binomial

Penjelasan

NoIstilahPenjelasan1StatistikaIlmu tentang pengumpulan, pengolahan,penganalisaan serta penarikan kesimpulandata. Selanjutnya akan dibagi dua yaitudeskriptif dan inferensia2StatistikKumpulan data/ukuran sampel3ParameterUkuran populasi4PopulasiKeseluruhan/semua anggota objek/data5SampelSubjek/Objek yang mewakili populasi6SesusPenelitian seluruh data (populasi)7TekikCara pengambilan data terbatas padaSamplingsebagian saja dari populasi yang diteliti

lanjutan

NoIstilahPenjelasan8Caraatau radom.yaitu setiap elemen populasiAcakmemiliki kesempatan yang yang samasehingga bersifat objektif9RuangHimpunan dari semua hasil yang mungkinSampeldari sebuah percobaan10VariabelSuatu fungsi (aturan) yang memetakan Acaksetiap anggota ruang sampel dengan(VA)sebuah bilangan riil. Biasanya dinotasikandengan huruf besar, sedangkan nilaivariabel acaknya dinotasikan denganhuruf kecil11(VA)Jika VA tersebut memiliki sejumlah nilaiDiskrityang dapat dihitung(berupa bilanganbulat positif)12VASebaliknya yaitu berupa bilangan yangKontinutidak bulat

Sebagai contoh

aVariabel Acak Diskrit (Bilangan bulat positif)Jumlah siswa kelas XII MIA MA FUTUHIYAHJEKETRO GUBUGJumlah guru laki-laki di MA FUTUHIYAHJEKETRO GUBUGJumlah guru dan siswa di MA FUTUHIYAHJEKETRO GUBUG yang tidak terpaparCOVID-19Jumlah motor yang terjual dalam sebulanbVariabel Acak Kontinu (Bukan bilangan bulat)Jumlah miyak yang tumpah di suatu lantaiKetinggian permukaan air di sebuah waduk

B. Variabel Acak

NoIstilahDefinisi13VariabelSuatu variabelXadalah variabel acak jikaAcaknilai-nilai yang dimiliki olehXmerupakansuatu kemungkinan atau peristiwa acak.Selanjutnya variabel acak dibedakanmenjadi dua, yaitu variabel acak diskrit danvariabel acak kontinu sebagaimana padapenjelasan sebelumnya di atas

C. Distribusi Peluang

NoIstilahDefinisi14DistribusiSebuah daftar yang berisi seluruh hasilPeluangyang mungkin dari suatu percobaan dan(Probabilitas)probabilitas yang berkaitan dengan setiaphasil tersebut.Nilai probabilitas berada di antara 0 dan 1Jumlah dari seluruh probabilitas hasil harusharus sama dengan 1

CONTOH SOAL

1.Sebuah koin dilempar sebanyak tiga kalia.tentukan semua titik sampelnyab.tentukan peluang mendapatkan tepatdua gambarJawab:a.Sebuah koin hanya memiliki dua muka,yaitu muka gambar (G) dan muka angka (A)sehingga setiap pelemparan hanya memilikidua kemungkinan, yaitu muncul sisi A atau Gmaka ruang sampelnya adalah:Mula(1)(2)(3)Ruang sampelMulai{A{A{A(A,A,A)G(A,A,G)G{A(A,G,A)G(A,G,G)G{A{A(G,A,A)G(G,A,G)G{A(G,G,A)G(G,G,G)Jadi, banyaknya ruang sampel adalah 8b.Dari ruang sampel yang tepatada 2 sisi gambar : AGG,GAG,GGAsehingga peluangnya=3total ruang sampel=38

2.MisalkanXmenyatakan sisi angka (A)pada soal No.1 di atas, tentukanlah nilaiXyang mungkinJawab:Perhatikanlah ilustrasi berikutMula(1)(2)(3)Ruang sampelNilaiMulai{A{A{A(A,A,A)→→→X=3G(A,A,G)→→→X=2G{A(A,G,A)→→→X=2G(A,G,G)→→→X=1G{A{A(G,A,A)→→→X=2G(G,A,G)→→→X=1G{A(G,G,A)→→→X=1G(G,G,G)→→→X=0Jadi, nilaiXyang mungkin=0,1,2,atau3

Perhatikanlah contoh pada No.2 di atas, nilai  X  ternyata tidak memiliki nilai tunggal. Karena  X  tidak memiliki nilai tunggal, maka  X  selanjutnya disebut dengan variabel. Dan variabel seperti ini yang nilainya ditentukan oleh percobaan sehingga akan mendapatkan beberapa kemungkinan selanjutnya disebut dengan variabel acak. Sehingga  X  pada No.2 di atas adalah salah satu contoh untuk variabel acak.